Gara-gara mesin utama kena suspend dan itu berimbas pada mental yang nyaris mental. Tiba-tiba dunia terasa ngambang, hampa dan mencari pembenaran dalam diam. Padahal situasinya ramai tapi kerasa sepi, apa ini butuh refreshing. Butuh penyegaran baru untuk menstimulus semangat yang oleh banyak orang disebut travelling. Opsi pertama temen ngajakin jalan ke daerah pegunungan. Gue sih oke aj. Dan dalam kondisi hampa itu, gue ke inget temen semalem minjem novel Ayah (Andrea Hirata) sambil bilang klo dua mingguan kemaren dia liat ada Andrea Hirata di tipi. Setelah di cek di yutup. Aha... Bener ada Andrea Hirata di acara Indonesia Satu sekitar dua minggu yang lalu. Langsung tancap gas aj pantengin videonya walaupun situasinya bukan di depan laptop. Kenapa gue begitu antusias setiap cuplikan Andrea Hirata? Karena Andrea Hirata adalah salahsatu inspirator gue dalam hidup, quote kerennya yang "education is celebrating of life" memberikan power yang mampu menyalakan semangat setiap situasi hampa menyapa.
Sepanjang nonton tayangan Andrea Hirata di Indonesia Satu, aseli beberapa kali gue merinding setiap andrea hirata menyinggung literatur, budaya dan pendidikan. Walaupun beliau dilahirkan di lingkungan perkampungan udik dan keterbatasan sarana dan media. Beliau dimampukan menjelma menjadi manusia dengan imajinasi, wawasan dan kemampuan menyampaikan sesuatu dengan sangat baik, kita patut mengapresisasi kegeniusan nya dalam merangkai kalimat yang tidak biasa. Setelah nonton cuplikan tersebut terasa terang benderang dan sepertinya belitung dan musium kata akan menjadi destinasi yang menarik untuk perjalanan berikut nya...
See you!
Thanks for Net TV yang sudah menghadirkan Andrea Hirata di acara Indonesia Satu...
Rabu, 04 November 2015
Andrea Hirata, antara budaya dan pendidikan
Posted under andrea hirata, ayah, belitung, budaya, cinta dalam gelas, edensor, indonesia, laskar pelangi, literatur, maryamah karpov, novel, padang bulan, pendidikan, sang pemimpi, sebelas patriot, wisata on 20.16 by luffy with
Tidak ada komentar